Metode Sejarah

Tahapan penelitian Sejarah menurut Kuntowijoyo yaitu:

  1. Pemilihan topik
  2. Heuristik
  3. Verifikasi
  4. Interpretasi
  5. Historiografi

Pemilihan Topik

  • Kedekatan Emosional : Pemilihan topik didasarkan pada hal-hal yang memiliki keterkaitan psikologis/emosional diri peneliti (asal daerah/etnis/agama, jabatan/aktivitas, hobi/minat, dll).
  • Kedekatan Intelektual : Pemilihan topik didasarkan pada hal-hal yang sifatnya rasional (ketersediaan sumber/kajian terdahulu, penguasaan metodologi, dll).

Beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Batasan spasial (wilayah mana yang akan diteliti? Desa? Kota? Provinsi? Lokal? Nasional? Internasional? dll)
  • Batasan temporal (periode apa yang akan diteliti? Zaman kuno? Kolonial? Pergerakan? Revolusi? Orde Baru? Kontemporer? dll)
  • Obyek yang akan diteliti (tokoh? Masyarakat? Peristiwa? Fenomena sosial? Kebijakan? Pemikiran? dll)

CATATAN: Pastikan kalian mengkaji suatu obyek dengan batasan yang jelas dan spesifik

Lalu dimana kita menemukan insprasi topik?

  • Indeks Buku
  • Daftar Pustaka
  • Catatan dalam karya sejarah (Footnote, Bodynote, Endnote)
  • Ensiklopedi
  • Majalah
  • Surat Kabar
  • Dokumen/Arsip
  • dll

Heuristik

  • Artinya tahapan pengumpulan sumber
  • Sumber sejarah berdasarkan bentuknya (Tertulis, artifak, lisan)
  • Sumber sejarah berdasarkan cara narasumber mendapatkan informasinya (primer, sekunder)
  • Sumber Primer: Sumber yang didapatkan langsung dari informan/pelaku peristiwa sejarah (sezaman dan setempat)
  • Sumber sekunder: Sumber yang tidak didapatkan langsung dari informan/pelaku peristiwa sejarah (tidak sezaman dan setempat)

berikut ini contoh sumber sejarah:

  • Buku
  • Jurnal Ilmiah
  • Majalah/Surat Kabar
  • Arsip (Undang-Undang, Staadsblad, Memorie van Overgave, Hoge Regering, dll)
  • Catatan Perjalanan
  • Karya Sastra (termasuk Serat)
  • Babad, Hikayat, dan naskah kuno lainnya
  • Wawancara
  • Foto
  • Peninggalan Bangunan
  • Film, dll

Apakah karya sastra kuno dapat dijadikan sumber sejarah?

  • Karya sastra dan naskah kuno dapat digunakan sebagai sumber sejarah
  • Penggunaan karya sastra sebagai sumber sejarah lebih menekankan pada nilai-nilai yang terkandung dalam teks bukan informasi faktual di dalamnya
  • ALASAN: karya sastra seharusnya dibaca sebagai sistem semiologi yang memuat simbol-simbol sebagai refleksi nilai-nilai masyarakat atau semangat zaman yang bersangkutan daripada sebuah sistem fakta yang tersusun secara ilmiah dan sistematis
  • Naskah kuno seperti babad, hikayat, dan sebagainya dapat digunakan sebagai sumber sejarah
  • Naskah kuno, meskipun kerapkali mengandung mitos dan sarat kepentingan politik tetaplah mengandung informasi-informasi faktual mengenai masa lampau
  • Sejarawan harus menggunakan karya pembanding yang sezaman (catatan perjalanan orang Eropa atau Tiongkok, dll) untuk menguji informasi yang terdapat dalam naskah kuno
  • Sejarawan juga dituntut menguasai ilmu-ilmu bantu dalam mengkaji teks (hermeneutika, filologi, dll) agar mampu memahami naskah kuno secara komprehensif

Verifikasi

  • Tujuanya ialah untuk menguji kredibilitas sumber-sumber yang didapatkan dalam tahap heuristik untuk dapat digunakan dalam penelitian sejarah atau tidak
  • Verifikasi sangat penting dilakukan agar peneliti bisa mendapatkan sumber sejarah yang kredibel
  • Verifikasi (Kritik Sumber) terdiri dari dua macam yakni kritik ekstern dan kritik intern

EKSTERN

  • Kritik ekstern dilakukan untuk melihat apakah sumber yang kita dapatkan asli atau tidak
  • Kritik ekstern dapat dilakukan dengan cara mengecek kertas, tinta, gaya tulisan, bahasa, kalimat, ungkapan, serta kata-katanya
  • Aspek utama yang diperhatikan dalam proses ini adalah kondisi fisik sumber yang didapatkan
  • Hal tersebut sangat berguna terutama ketika mengecek sumber primer

INTERN

  • Kritik Intern dilakukan setelah proses kritik ekstern.
  • Kritik intern dilakukan untuk melihat apakah isi yang terdapat dalam sumber tersebut dapat dipercaya atau tidak
  • Hal tersebut dilakukan dengan cara membandingkanya dengan sumber sejarah lain yang relevan.

Interpretasi

  • Merupakan tahapan saat sejarawan melakukan penafsiran terhadap data yang terverifikasi untuk mendapatkan fakta sejarah
  • Fakta sejarah? : interpretasi sejarawan terhadap sumber sejarah
  • Fakta sejarah tidak sama dengan fakta (kebenaran obyektif) yang benar-benar terjadi di masa lampau
  • Sejarawan dapat merekonstruksi masa lalu secara kredibel, akan tetapi sejarawan tidak dapat secara sempurna mengetahui apa yang benar-benar terjadi di masa lalu
  • Sejarawan juga harus mereduksi pandangan subyektif dalam menafsirkan sumber
  • PADA AKHIRNYA: Sejarawan harus kritis dalam mengungkap fakta sejarah dan menghindari sikap fanatis serta dogmatis

YANG HARUS DIPERHATIKAN

  • Pahami siapa yang memproduksi/menulis?
  • Pahami konteks yang melatarbelakangi kemunculan suatu teks/sumber sejarah (Bagaimana latar zaman saat teks tersebut diproduksi?)
  • Pahami bahasa teks/sumber sejarah (ejaan, diksi, kaidah lingustik)
  • Pahami teori serta metode yang relevan untuk menganalisis sumber sejarah (missal: analisis wacana, hermeneutika, dll)

CONTOH

  • PELAKU: Ditulis oleh Semaoen seorang aktivis pergerakan radikal
  • KONTEKS: Ditulis bulan September 1918 saat sedang muncul polemik mengenai Indie Weerbaar meskipun kondisi rakyat bumiputra sedang sengsara akibat Perang Dunia I
  • BAHASA: pahami istilah asing seperti zelfbestuur (otonomi); kaoem oeang (kaum kapitalis); kromo (rakyat miskin)
  • TEORI DAN METODE: Dengan menggunakan metode analisis wacana, terlihat jika teks tersebut memihak kaum kromo dan menyerang kaoem oeang serta pemerintah kolonial (menunjukkan ideologi sosialisme)

Historiografi

  • Sejarawan harus memperhatikan prinsip KRONOLOGIS dalam menyusun karya sejarah
  • Selain itu, sejarawan juga harus memiliki kemampuan pengungkapan bahasa yang baik (diksi, struktur kalimat, dsb)
  • Penulisan sejarah juga harus argumentatif yang disertai dengan bukti-bukti akurat
  • Setiap karya sejarah HARUS MENCANTUMKAN SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *