Asas Liberalisme dan pembangunan Sarananya

ASAS ASAS LIBERALISME

Orang-orang belanda yang liberal berpendapat bahwa negara sepatutnya tidak ikut campur tangan dalam kehidupan Ekonomi , tetapi membiarkannya kepada kekuatan-kekuatan pasar. Adam Smith berpendapat bahwa satu-satunya tugas negara adalah memelihara ketertiban umum menegakan hukum agar kehidupan ekonomi berjalan dengan lancar. (SNI IV. 2010:372)

Usaha yang paling berkembang pesat adalah industri ekspor, terdiri atas perkebunan-perkebunan besar dan tambang – tambang. Hal ini dipengaruhi dari luar yaitu dengan dibukanya terusan Suez di Mesir pada tahun 1869 dan perkembangan pelayaran dengan kapal uap dalam waktu yang bersamaan mendorong lebih lanjut perusahaan swasta dengan semakin membaiknya sistem perhubungan dengan eropa (M C Ricklefs.2008:271).

Dalam politik liberal penetrasi usaha kapitalis berpenetrasi sampai ke Individu. Konversi tanah yang dikuasai perseoranagn menjadi tanah yang dikuasai tuan perkebunan berarti tanah masuk objek komersialisasi. Penetrasi gubernemen/usurvasi ke desa mencakup pernyataan domain yang sering mengabaikan hak-hak rakyat menurut adat dan mengurangi perluasan tanah. (Sartono:2014:387)

Pembangunan prasarana

  • Waduk
  • Saluran irigasi untuk menunjang tanaman ekspor.
  • Jalan raya
  • Jaringan kereta api (Jawa: Semarang, Batavia, Bogor, Surabaya, Malang “250Km-3.000Km”. Luar Jawa: Sumatara Barat, Aceh,Deli, “400 KM” ) 1873
  • Jembatan
  • Koningklijke Paketvaart Maastschappij (pengangkutan laut) 1888
  • Pelabuhan laut di Tanjung Priok (1872-1893), belawan, Teluk Banyur Padang, dan Cilacap.
  • Sekolah (dep. agama & industri 1867) (SNI IV. 2010:383-387)
  • Hoofdenscholen (sekolah untuk para kepala) didirikan tahun 1878 untuk kaum elit (M C Ricklefs.2008:281)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *